
selamat pagi. selamat pagi.
kita pasti sudah tidak asing dengan istilah “menggurui”.
misalkan kata tersebut kita jumpai pada sebuah kalimat seperti ini:
“saya sebenarnya hanya ingin berbagi ilmu saja, dengan tanpa maksud MENGGURUI”
atau seperti ini:
“teknik yang anda ajarkan sangat cermat dan tepat.
kesannya tidak seperti MENGGURUI.
saya suka itu”
dan berbagai kalimat lain yang menggunakan istilah “menggurui” di dalam nya.
setiap saya mendengar istilah ini,
entah kenapa konotasi (makna) nya selalu mengarah ke hal-hal yang negatif.
seperti nya orang-orang telah sepakat bahwa kata “menggurui” merupakan sebuah sifat yang jelek dan menyebalkan.
saya sendiri tidak mengerti siapa penemu istilah ini.
mungkin saja seorang profesor doktor lulusan universitas di Eropa.
atau seorang tukang becak yang mulai beruban.
atau tukang pedagang ember keliling.
atau seorang presenter wanita yang seksi dan cerdas di sebuah stasiun televisi.
saya juga tidak tahu kapan istilah ini mulai menyebar luas.
mungkin saja tersebar sejak era reformasi dimulai.
atau sejak hutan-hutan di Indonesia semakin gundul.
atau sejak ada seeorang nenek berhasil menyebrangi selat Sunda dengan berenang.
entahlah. semakin dipikir semakin bingung.
jadi tidak usah dipikirkan saja.
= = = = = = = = =
satu hal yang pasti.
saya kurang setuju dengan pemaknaan istilah “menggurui” yang terkesan negatif.
mengapa seolah-olah orang tidak suka dengan sikap menggurui ?
apa sebenarnya definisi secara lengkap dari sikap menggurui ?
apa yang salah dengan profesi guru ?
sehingga mereka menjadi kambing hitam dalam istilah menggurui.
padahal kan guru adalah orang yang turut berjasa mengantar banyak orang meraih masa depan gemilang.
kasihan sekali mereka,
seperti nya ada konspirasi terselubung untuk merendahkan profesi guru melalui penyebarluasan istilah “menggurui”.
mengapa tidak ada istilah seperti “men-dosen-i” ?
atau istilah “mem-pelatih-i” ?
mengapa harus guru ?
mengapa oh mengapa ?
padahal banyak guru yang gaji nya tidak mencukupi,
yang kehidupan nya tidak bisa dibilang sejahtera.
oh, kasihan juga melihat nasib guru, yang (sepertinya) menjadi korban konspirasi.
kasihan engkau, Oemar Bakri.
= = = = = = = = =
nah, itulah sekilas ulasan saya.
semoga kita tidak merendahkan profesi guru melalui istilah “menggurui”.
sekian dulu. semoga tulisan ini bisa bermanfaat.
selamat hari pendidikan nasional.
terima kasih dan mohon maaf
Lho, menggurui gak masalah tho, selama si muridnya mau digurui.
Mungkin betul juga nih…
Saya tidak pernah menggunakan kata menggurui saat berkesempatan menjadi “guru”. Saya lebih suka menggunakan terminologi “mendiskusikan”, atau “membahas”
Hehe… mungkin saja ‘menggurui’ ini nggak masalah bagi seorang guru, karena memang sudah profesinya. Namun untuk yang bukan guru, mungkin dianggap nggak pantas tuk ‘menggurui’ ini
hmm…
Bagaimana kalau istilahnya diganti jadi mengajari?
Eh, terdengar sama ya?
Saleum,
Jangan bingung bingung sob, menggurui itu adalah tindakan wajar.
saleum
Kayaknya lebih pantas Pengajar daripada Guru ato Dosen deh. Soalnya kerjaan mereka kan mengajar, bukan menggurui ato men-dosen-i.
hmm… coba lis, diubah sejak dini untuk mengguruin
mungkin kata menggurui ini merupakan konotasi negatif dari kata mengajari hehehe
istri saya juga seorang guru
Sampe sekarang kata menggurui aku memang pake untuk konotasi negatif seh,, soalnya udah memasyarakat kali yak >.<
tampaknya kata GURU menjadi korban atau istilah diatas DIKAMBINGHITAMKAN …. sebab orang tak pernah menganggap kata MEMBIDANI ( dari asal kata BIDAN ) itu berkonotasi buruk ,…..
Kalau saya boleh Memberikan Pendapat, Tugas seorang guru bukan Menggurui… tetapi “MENGARAHkan”… Istilah Menggurui tidak ada dalam bahawa Inggris, yang ada >>> Memberikan Kuliah/dikuliahi (Yang kurang lebih maknanya sama)
Seorang guru seharusnya memberi arahan kepada muridnya lewat Contoh dan teladan yang baik… bukan hanya berbicara (menguliahi/menggurui)